Fakta Kontroversi Akan Film Live Action Berjudul “Mulan”

Anda tentunya sudah mendengar banyak informasi seputar film Live Action dari film animasi Disney yang sempat populer pada masa lalu berjudul Mulan. Film Mulan ini sedang cukup marak di kalangan publik luas dan sedang ramai-ramainya dinantikan aneka masyarakat luas. Film ini sempat menjadi salah satu film yang banyak dinanti-nantikan berbagai kalangan di seluruh dunia untuk dapat ditonton secara langsung beramai-ramai dengan keluarga maupun kerabat rekan yang dekat.

Namun belakangan terdengar berita miring akan film ini. Aneka macam informasi negatif berasal dari film itu sendiri seperti dalam beberapa hal di dalamnya, baik itu justru malah diboikot di negara Tiongkok itu sendiri. Dengan menetapkan jadwal tayang yang direncanakan pada bulan pada Maret tahun 2020, film live action dari Mulan sudah menuai berbagai macam kontroversi dari kalangan masyarakat. Belum lagi ditambah dengan masalah pandemi korona yang masih sering berlangsung di berbagai tempat. Dimana hal ini cukup menyulitkan bagi kalangan masyarakat untuk dapat menyaksikan secara langsung pemutaran film ini seperti di Bioskop.

Sejak masa awal dari proses produksinya diumumkan pihak Disney saja film ini sudah berhasil menuai aneka protes seperti permintaan film ini untuk diboikot hingga minta diturunkan dari pemutaran yang dilakukan para fans akibat beberapa perubahan format yang tidak sesuai dengan harapan mereka dari versi animasi ke film live action. Puncaknya, di bulan Agustus film Mulan ramai menjadi topik perbincangan akibat kontroversi yang melibatkan aktris utamanya, Liu Yi Fei akibat unggahannya di media sosial. Hal ini berkembang dari terciptanya aneka tajuk seperti ‘Boikot Mulan’ yang ramai diunggah banyak pengguna jaringan sosial twitter. Masalah apa yang sebenarnya terjadi? Mari kita simak pembahasannya dalam fakta-fakta sebagai berikut.

1. Keputusan Disney Menghilangkan Unsur Musikal Film Mulan Menuai Protes Fans

Sejak bulan Juli lalu dimana pihak Disney merilis trailer pertamanya akan film Live Action ini, media The Insider menyampaikan informasi keputusan dari Disney yang menyampaikan bahwa film live action Mulan tidak akan memuat unsur musikal seperti yang terdapat pada film animasinya terdahulu. Lagu-lagu OST dari film animasi akan tetap digunakan hanya saja dalam bentuk instrumen semata, dan tidak dinyanyikan langsung oleh pemerannya seperti banyak film Live Action Disney yang telah populer sebelumnya. Keputusan ini menuai protes dari fans film Mulan yang versi animasi. Menurut fans unsur musikal dari cerita Mulan adalah sebuah daya tarik utama dari film tersebut, sehingga tidak seharusnya dihilangkan.

Bahkan kalangan fans juga cukup banyak yang dibuat berang akibat dari sosok Mulan yang diperankan oleh Liu Yifei tidak menyanyikan salah satu lagu terkenal yang menjadi daya pikat dari film animasi Mulan yang berjudul Reflection. Dengan hilangnya format musikal dari film Live Action tersebut, maka hilang jugalah sejumlah adegan penting dari karakter Mulan yang dikisahkan menyerukan suara hatinya lewat lagu nyanyian lagu. Adegan ikonik saat sosok Mulan animasi bernyanyi menjadi suatu momen yang dianggap sangat penting.

2. Penghilangan Karakter Mushu yang Mendukakan Hati Fans Mulan Versi Animasi

Hati para fans semakin gundah tidak hanya akibat format musikalnya yang diganti. Disney juga memutuskan untuk menghilangkan karakter naga kecil yang perannya cukup lucu dan menghibur bernama Mushu. Sosok Mushu ini menjadi rekan setia petualangan Mulan dalam cerita animasinya. Terlebih lagi pengisi suara dari sosok Mushu pada versi animasinya begitu ikonik dalam bentuk watak uniknya, Tak lupa sosok pengisian suara dari karakter naga merah mungil ini merupakan Eddie Murphy, seorang sosok aktor yang legendaris. Maka dari itu tak heran jika hilangnya karakter Mushu ini memancing amarah yang cukup besar dari para fans.

Pihak Disney tidak tinggal diam dalam meresponi hal ini. Mereka memiliki alasan yang kuat dalam pengambilan keputusan ini. Seperti salah satu informasi yang sempat disampaikan pada beberapa jenis portal berita, pihak Disney menjelaskan bahwa karakter Mushu perlu untuk dihilangkan demi menghormati budaya dan kepercayaan asal dari negara Tiongkok murni. Dimana karakter naga merupakan sosok yang sangat dipuja dan diagung-agungkan oleh para masyarakat Tiongkok. Sehingga banyak orang yang merasa sakit hati saat menyaksikan sosok agung tersebut ditampilkan dalam karakter yang konyol di film animasi Mulan yang mengangkat tema budaya China. Karakter Mushu akan diganti menjadi karakter baru yang juga merupakan sosok agung dari kebudayaan China yaitu burung Phoenix emas.

3. Penggantian Karakter Utama Pria, Li Shang yang Juga Memancing Amarah Fans

Protes yang dilontarkan para kalangan fans tidak berhenti hanya semata pada karakter Mushu, Disney juga melakukan sedikit perombakan seperti terhadap karakter peran utama pria yang bernama Li Shang. Sosok ini dalam film animasinya akan menjadi pria yang dicintai sosok Mulan. Keputusan ini membuat hati para fans Mulan versi yang animasi menjadi gusar, hingga memunculkan petisi di website change.org yang meminta agar sosok Li Shang kembali ditampilkan dalam film Live Action ini. Namun keputusan Disney tetap bulat dan tidak berubah, dimana karakter Li Shan ini tidak akan dimunculkan dan diganti perannya menjadi sosok karakter Cheng Honghui yang diperankan aktor bernama Yoson An, seorang aktor yang berasal dari Macau-Selandia Baru.

4. Dukungan Suara Untuk Polisi Hongkong, Pemeran Mulan Menuai Kecaman

Sejak pertengahan bulan Agustus, nama Liu Yi Fei sebagai tokoh pemeran sosok Mulan menjadi bahan perbincangan panas di media sosial Tiongkok. Kontroversi ini dimulai dari saat sang aktris yang akrab disapa Crystal Liu ini mengunggah video dukungannya terhadap polisi Hong Kong untuk menindak tegas kerusuhan yang sedang terjadi dan melibatkan sejumlah komunitas anti pemerintah. Pernyataan ini diunggahnya di media Weibo yang populer digunakan masyarakat Tiongkok. Menindak lanjuti dari video tersebut, media IGN juga menyampaikan bahwa sosok Liu Yi Fei turut mengunggah pernyataan membela dirinya yang dapat ditemukan di berita koran Partai Komunis di Tiongkok.

Dirinya menyatakan diri membela sosok polisi Hong Kong tersebut, banyak orang yang juga membela tindakan yang dilakukan polisi ini. Mengapa hanya dirinya yang dipermasalahkan. Bahkan hingga mengungkapkan atas semua orang yang tidak setuju dengannya boleh memukulnya. Dukungan ini sering disangkut pautkan dengan ketidak cocokannya dengan sosok heroik yang dibawakan Crystal Liu dalam film Mulan. Demikianlah beberapa fakta kontroversial yang terjadi dalam waktu yang dekat dengan perilisan dari film yang diangkat dari tema cerita serupa di masa lalu. Bagaimana pendapat anda seputar masalah ini?