Alasan Serial “13 Reason Why” Populer di Millennials

Serial Netflix yang diangkat dari sebuah buku dengan judul yang sama ini sanggup mencuri perhatian, khususnya para millenials. Setelah tayang pertama kali tahun 2017 lalu 13 episode satu season, mendapatkan sambutan yang sangat meriah di seluruh situs judi bola online dunia. Kesuksesan serial ini bahkan sampai mengantarkan pemeran utamanya Katherine Langford masuk ke dalam nominasi Golden Globe Award untuk kategori Best Performance terbaik.

Alasan Serial “13 Reason Why” Populer di Millennials

Nah berikut ini adalah beberapa alasan kenapa serial netflix 13 Reason Why ini bisa sangat populer di kalangan para remaja. Jika anda salah satu orang yang belum menontonnya maka tidak ada salahnya menyempatkan waktu untuk menyaksikan kehidupan dari Hannah Baker dan juga Clay Jensen ini!

Mengangkat tema kehidupan anak SMA

Semua cerita yang menceritakan tentang anak SMA ada di dalam serial ini. Mulai dari rasa saling suka, pendekatan, pacaran, bahkan sampai hubungan dengan para guru dan juga para orangtua turut disajikan di dalam serial ini. 13 Reason Why adalah serial dengan pengemasan kehidupan anak remaja yang mulai mencari jati diri mereka.

Dengan cara yang unik, di episode 1 kamu sudah bisa merasakan akan disuguhkan dengan narasi dan kaset dari Hannah Baker setelah dirinya bunuh diri akibat kasus bullying yang dialaminya olehnya di sekolah. Sebelum memutuskan untuk menghabisi dirinya sendiri, Hannah yang merekam 13 kaset yang berisi 13 orang yang menyebabkan ia memilih untuk mati saja. Cerita bermulai dengan terkuaknya satu persatu tokoh yang menjadi penyebab atas kematian Hannah.

Serial ini adalah serial yang disajikan dengan penokohan yang sangat kuat dari masing-masing pemain. Menunjukkan dengan nyata betapa heterogennya kehidupan di sekolah, dan alasan kenapa serial ini begitu disukai oleh banyak orang, tidak lain adalah karena ceritanya yang sangat relate dengan kehidupan anak SMA yang ada di zaman sekarang.

Bullying di sekolah tak disadari oleh guru dan orangtua

Serial ini seakan menjadi sebuah suara bagi anak-anak di seluruh dunia yang selama ini diam saja akan bullying yang ternyata mereka alami disekolah. Terbukti, serial 13 Reason why sampai diterjemahkan dalam berbagai bahasa entah itu bukanya ataupun serialnya sendiri. Walaupun kisah tersebut fiksi, namun cerita yang disampaikan di dalamnya sudah berhasil mengingatkan para orangtua dan guru untuk dapat lebih memperhatikan anak-anak mereka di sekolah.

Guru dan orangtua adalah kedua hal yang paling bertanggung jawab atas nantinya pertumbuhan seorang anak. Mereka yang seharusnya memastikan bukan hanya anak mereka tidak menjadi korban bully, tetapi juga memastikan anak mereka tidak menjadi pelaku bully.

13 episode yang dinarasikan dalam 13 kaset

Dari judulnya saja, orang pastinya akan penasaran dengan apa alasan dibalik judul itu sendiri. Seperti judulnya, serial ini berisikan 13 episode yang masing-masing episodenya adalah perputaran dari kaset Hannah Baker. Dalam kaset tersebut, dia mengungkapkan satu-satu siapa yang menyebabkan bunuh dirinya dan ala yang orang tersebut lakukan kepadanya.

Dari keseluruhan 13 episode tersebut penonton juga akan berhasil dibuat takjub dengan pemaparan tokoh yang ada sejak awal. Tokoh yang dinilai ‘baik’ namun ternyata sama saja buruknya dengan tokoh yang lain. Dalam kaset itu juga, bully yang ternyata dialami oleh Hannah sangat beragam dan cukup banyak sehingga dia memilih melakukan apa yang dia akan lakukan.

Semua tipe anak sekolahan

Clay Jensen, Zach Dempsey, Justin Foley, Tyler Dawn, Bryce Walker, Alex Standall, Jessica Davis, Courtney, Ryan Shaver, Sheri Holland, Tony Padilla, Jeff Atkins, dan Hannah Baker sendiri adalah anak-anak SMA yang tumbuh dengan latar belakang keluarga yang berbeda san sifat mereka yang berbeda juga. Dalam serial ini, mereka bersama beradu peran dan menunjukan karakter masing-masing mereka.

Semua tipe di sekolahan terdapat di serial ini. Mulai dari yang rajin, malas, tidak sopan dengan guru, penurut, berprestasi, pebasket, anggota cheers semuanya adalah anak-anak yang ada su dalam 13 RW.

13 Reasons Why seakan menampar para guru

Para guru pengajar di sekolah ternyata bisa jadi orang-orang yang menjerumuskan. Dalam season 1, dijelaskan juga dengan rinci apa yang dilakukan Mr. Poter sehingga dirinya ikut masuk ke dalam kaset yang dibuat oleh Hanna Baker. Mr. Poter sebagai guru konselor sekolah tidak melakukan tugasnya tersebut dengan baik dan malah membuat Hannah kemudian semakin terpuruk.

Dari apa yang dia lakukan sebagai guru, seakan menampar para guru yang lainya karena kurang melakukan tugasnya dengan baik. Jika di ingat Mr. Porter adalah pertahan terakhir Hanna dalam serial ini. Jika saja dia bisa diandalkan, maka Hanna tidak akan menyerah. Ya, memang, menonton 13 RW juga akan membuat semua penonton penuh dengan kata “seandainya, seandainya”.

Bintang dan tokoh yang diperankan sangat sesuai

Akting dari para pemain yang baik tidak bisa dibohongi. Apalagi dikisahkan ada beberapa siswa di dalam serial ini yang memerankan penyuka sesama jenis. Jadi gesture yang kaku dan tidak alami pasti akan sangat mengganggu. Contohnya saja seperti Tyler Dawn adalah seorang gay, diperankan oleh Tommy Dorfman yang di dalam cerita memiliki gesture yang sangat anggun. Pemilihan pemain dengan tokoh yang akan diperankan bisa bilang menjadi sesuatu yang sangat pas.

Alur yang mendebarkan membuat penasaran

Setiap episode, kamu juga seakan dibuat sangat paranoid tentang apa yang akan terungkap. Tentang kebenaran-kebenaran yang dibeberkan oleh Hanna Baker. Penonton juga akan di ajak ikut berpikir dan menebak-nebak apa yang kira-kira sudah dilalui oleh tokoh A atau tokoh B. Alurnya dari serial ini tidak membosankan, sehingga kamu yang juga sudah menonton marathon lima jam pun akan sama sekali tidak terasa karena akan sangat penasaran.

Apalagi, 13 RW adalah serial yang berisi tentang rekaman suara dari orang yang ternyata sudah meninggal dan posisinya sebagai korban membuat penonton sangat gemas dan juga tidak terima atas kematiannya. Maka tidak heran kalau serial ini sudah ditonton oleh ratusan orang di seluruh dunia.

Keberhasilan misteri yang disajikan jadi tidak membosankan

Saat kamu nantinya menonton episode pertama, pada serial ini, maka kamu tidak akan bisa jika tidak langsung menonton episode 2. Begitupun seterusnya, sampai episode semua seasonnya selesai. Bisa dibilang penonton seperti di jebak di dalamnya dan tidak bisa jika tidak menyelesaikan dulu tanpa penasaran. Kasus bunuh diri Hanna Baker karena kasus bullying di sekolahnya membuat cerita ini bagi meresahkan jika tidak segera dibuka.

Di season pertama, narasi di dalam serial ini sepenuhnya dikuasai oleh kaset yang dibuat oleh Hannah, dimana dia akan menceritakan apa yang ternyata dialami dan dirasakannya. Namun pada season dua, semua orang juga diizinkan mengatakan tentang kebenaran dalam cerita versi mereka sendiri, membuat posisi Hannah yang seharusnya mendapatkan simpati mulai diragukan kebenarannya.

Itu beberapa alasan kenapa anda harus menonton serial dari Brian Yorkey ini. Karna serial ini membuat siapa saja yang melihatnya penasaran, maka tak heran jika serial ini sangat terkenal. Popularitas serial 13 Reasons Why bahkan sampai mengalahkan serial netflix Riverdale, dan beberapa serial yang lainnya. 13 Reasons Why juga sudah selesai merilis keseluruhan seasons mereka, dan diketahui dengan cerita yang lebih kompleks serta sangat mendebarkan. Jika kamu sedang mencari serial netflix yang pas maka serial ini bisa menjadi pilihan. Selamat menonton.

Fakta Film Peninsula, Sekuel Train to Busan

Film zombie memang sebuah film yang khas dengan suasana yang tegang. Semuanya intens dengan kondisi zombie yang berkejaran dengan manusia. Hal ini yang juga bisa kita lihat di film Korea, Train to Busan, film yang cukup hits di tahun 2016 lalu. Untuk kamu yang belum move on dari film ini, pastinya kamu sangat menunggu sekuelnya yang berjudul Peninsula tayang. Empat tahun setelah film tersebut dibuat, sekuelnya dirilis pada tanggal 15 Juli 2020 lalu.

Fakta Film Peninsula, Sekuel Train to Busan

Film yang mengambil latar empat tahun setelah kejadian Train to Busan terjadi, memang menjadi salah satu film yang paling diantisipasi tahun ini. Bagaimana tidak, seperti film terdahulunya yaitu Train to Busan yang juga membawa banyak penghargaan dan nominasi dari berbagai macam ajang penghargaan film bergengsi di dunia. Sutradara Yeon Sang Ho juga memaparkan beberapa hal dari pengembangan cerita film Train to Busan ke Peninsula.

Mulai dari judul film, adegan dan aksi, hingga keterkaitan dengan masa lalu. Jika anda penasaran, berikut ini akan kami bahas beberapa fakta menarik dari film Peninsula. Peninsula sendiri, nantinya akan lebih berfokus pada cerita dari seorang tentara yang terjebak di antara para zombie dan juga perjuangannya mencari cara bagaimana mengakhiri wabah mengerikan tersebut. Kabarnya lagi, jika kisah yang dihadirkan nanti akan lebih menegangkan dibanding film pertama.

Seok Woo Tidak Akan Menjadi Zombie

Seperti film-film action yang lainnya, Peninsula juga menggunakan sebuah setting yang sama dengan setting film Train to Busan. Namun, sayangnya karakter Seok-woo yang saat itu diperankan oleh Gong Yoo tidak akan muncul lagi di film tersebut. Sebab, Seok-woo yang sudah benar-benar mengorbankan dirinya untuk putrinya di film yang pertama. Dalam film ini nantinya ia tidak akan kembali secara mengejutkan seperti tiba-tiba muncul karena ternyata dirinya masih hidup. Sang sutradara, Yeon Sang-ho, sudah mengkonfirmasikan jika tokoh-tokoh Peninsula nantinya bakal berbeda seluruhnya dengan film Train to Busan.

Judul Filmnya Diambil dari Sebutan Korea

Di sejumlah wawancara, dimana sang sutradara menjelaskan jika film terbaru ini, menggunakan latar waktu empat tahun kemudian, dimana diksi sahlan bahwa semua pemerintahan baik Korea Utara dan Korea Selatan telah mengalami sebuah kehancuran. Jadi tidak ada lagi sebutan untuk orang-orang sebagai warga “Korea”. Akan tetapi nama lokasinya yang berubah jadi “peninsula”, yang artinya dalam Bahasa Indonesia adalah kata “semenanjung.”

Latar Tempat Film Akan Luas Lingkupnya

Kalau nantinya kamu sudah menonton film Train to Busan, terasa banget tegangnya karena suasananya dibuat bernuansa klaustrofobia. Sebab, setting-nya yang berada di dalam kereta yang membuat orang-orang nantinya tidak bisa ke mana-mana sama sekali. Namun, film Peninsula tentunya beda lagi. Skalanya akan jauh lebih besar, tidak hanya pada satu tempat yang sempit seperti di dalam kereta saja. Benar-benar membuat film tersebut berskala besar, sampai-sampai jika dibandingkan dengan Peninsula, film Train to Busan yang akan terasa seperti film indie.

Tokoh Utamanya dari Busan

Ceritanya, aktor Gang Dong-won yang merupakan tokoh utama yang tidak berasal dari Busan, Korea Selatan. Di film Peninsula, Dong-won memerankan Jung Seok, yang merupakan seorang tentara yang sudah berhasil kabur dari “peninsula”, tapi akhirnya mereka yang harus kembali ke sana setelah diminta untuk menyelesaikan sebuah misi rahasia bersama dengan sekelompok prajurit lainnya. Jadi bisa dibilang jika memang dari busan tapi bukan merupakan orang asli Busan.

Filmnya Full Action

Film yang original mengisahkan tentang salah satu realita dalam kehidupan masyarakat Korea Selatan. Train to Busan mengisahkan tentang seorang pria pekerja kantoran yang saat itu workaholic bernama Seok-woo dengan karakternya yang sangat arogan. Sementara, Peninsula menceritakan kisah tentang Yon-suk, seorang pria tunawisma yang mengalami PTSD atau mengalami post-traumatic stress disorder. Di mana, kehidupannya kemudian jadi semakin kacau setelah kemunculan zombie.

Yeon sang sutradara mengatakan jika film Peninsula mendapat sebuah inspirasi dari Land of the Dead, The Road, The Road Warrior dan juga film Mad Max: Beyond Thunderdome. Film-film tersebutlah yang kemudian menjadi inspirasi utama dari film Peninsula. Jadi, filmnya yang cenderung menampilkan banyak sekali adegan post-apocalyptic action daripada sekadar film horor invasi zombie. Sederhananya, jika nantinya film ini akan terasa actiondan tidak dramatis serta tidak akan membuat anda baper seperti film Train to Busan.

Tak ingin kecewakan penggemar dan Gong Yoo

Sebagai pemeran utama yang ada di dalam film Peninsula, Kang Dong Won yang tidak mau mengecewakan para penton dan juga fans Gong Yoo. Apalagi, dia yang juga tahu jika film Train to Busan yang dibintangi oleh Gong Yoo sebelumnya jadi salah satu film yang mendapatkan sukses yang besar. Sang sutradara mengatakan jika ia bekerja keras agar tidak mengecewakan para penggemar Train To Busan dan Gong Yoo. Sang sutradara yang juga menyebutkan bahwa tampaknya banyak orang yang akan menyukai film Peninsula ini.

Tembus 1 juta penonton

Nampaknya, harapan sang pemeran utama, yaitu Kang Kang Dong Won menjadi sebuah kenyataan. Pada hari pertama rilis, film Peninsula memecahkan rekor baru, yaitu untuk jumlah penonton Bioskop hari pertama tertinggi, dari semua film yang dirilis saat wabah Covid-19.

Kemudian, saat itu Dewan Film Korea mengumumkan jika jumlah penonton Peninsula yang telah melampaui angka 1 juta penonton. Tepatnya hal tersebut terjadi pada pukul 08.10 KST atau waktu Korea, film sekuel, dari film Train to Busan tersebut berhasil menembus angka 1.000.790 penonton.

Masuk seleksi Festival Cannes 2020

Film tersebut yang tidak hanya menjadi film dengan jumlah penonton terbanyak saat wabah Covid-19. Tapi film Peninsula juga telah berhasil masuk ke dalam seleksi Festival film bergengsi. Peninsula yang kemudian berhasil mendapatkan undangan resmi dan masuk ke dalam daftar 2020 Official Selection. Di Festival film Cannes 2020, adalah merupakan festival tahunan yang diselenggarakan di Cannes, Prancis. Festival ini adalah festival yang meninjau berbagai film baru dengan bermacam-macam genre dari seluruh dunia.

Film Bukan Sekuel Sebenarnya

Meskipun film “Peninsula” yang dikenal sebagai sekuel dari film Train to Busan, namun faktanya adalah kedua film ini memiliki alur cerita yang berbeda. Seperti yang sudah dilansir dari wawancara dari Screen Daily bersama sang sutradara Yeon Sang-ho, dirinya mengungkapkan bahwa cerita “Peninsula” bukanlah kelanjutan dari cerita “Train to Busan”. Hanya saja, memang cerita di film ini terjadi di dunia yang sama dan juga memiliki jarak 4 tahun setelah tragedi dari “Train to Busan”.

Nah itulah beberapa fakta dari film Peninsula, yang juga sempat ramai belakangan ini. Walaupun seluruh dunia sedang di serang oleh wabah Covid-19, namun tetap membuat film ini tetap ramai dan masuk ke dalam nominasi film bergengsi.

Fakta Film Crazy Rich Asian Yang Harus Kamu Ketahui!

Belum lama ini jagat maya dihebohkan dengan kemunculan dari Film Crazy Rich Asians yang dimana film tersebut sangat menarik karena mengangkat beberapa isu tentang Crazy Rich Asians yang sedang populer pada saat itu. Film Crazy Rich Asians sendiri merupakan sebuah  film yang di rilis di bioskop Indonesia yaitu pada Selasa. Setelah tayang perdana hampir 2 minggu bahkan film ini sudah mencuri hati para penonton Indonesia. Film Crazy Rich Asians yang dimana film tersebut hasil adaptasi dari best selling trilogy novel yang dimana novel tersebut ditulis oleh Kevin Kwan. Di tanah asalnya, yaitu Amerika Serikat, film Crazy Rich Asians sendiri menjadi salah satu film terpopuler yang dimana film Film Crazy Rich Asians dapat merajai tangga Box Office Amerika kurang lebih selama 3 minggu.

Fakta di balik Film Crazy Rich Asian

Film yang dibintangi dengan para pemain asia terkenal seperti Constance Wu dan juga Henry Golding ini memiliki banyak sekali fakta-fakta menarik dibalik sebuah keberhasilannya film tersebut yang merajai Box Office dan juga mengalahkan  film blockbuster lain yang pada saat itu juga tengah tayang. Nah di dalam artikel kali ini, akan kami bahas beberapa fakta-fakta menarik tentang film Film Crazy Rich Asians yang mungkin belum anda ketahui tentang film Film Crazy Rich Asians. Yuk simak beberapa busananya di bawah ini.  

Mencari Aktor Utama Melalui Media Sosial

Henry Golding merupakan aktor yang juga berkebangsaan Malaysia yang pada akhirnya sukses menjadi seorang pemeran pria utama pada film Crazy Rich Asians ini. Ayahnya sendiri yang berdarah Inggris dan juga Ibunya yang berdarah asli Malaysia, membuat Henry Golding menjadi seorang aktor asia yang berdarah campuran. Sebelumnya, Henry Golding juga pernah dikenal sebagai seorang presenter televisi dalam sebuah acara travel yaitu di ESPN, 8tv, BBC, dan juga Discovery Channel Asia, dan dirinya juga sempat berakting pada sebuah film dengan judul Pisau Cukur  pada tahun 2009 dan juga film The Borneo Incident pada tahun 2012.

Ada hal juga yang sangat menarik tentang bagaimana akhirnya Henry sendiri berhasil menempatkan dirinya sebagai peran utama yang berperan sebagai Nick Young dan pada saat itu beradu peran dengan Constance Wu. Henry Golding sendiri yang pada saat itu dijadikan aktor setelah sang Sutradara, John Chu yang dimana dirinya diberitahu oleh seorang akuntan wanita. John Chu mencari aktor langsung dan mengecek Instagramnya Henry dan pada saat itu juga langsung melanjutkan proses perekrutan tersebut hingga menjadi aktor utama yang berperan di dalam film Crazy Rich Asians.

Keluarga Asli Crazy Rich Asians Muncul Juga Di Film

Jika anda sendiri pembaca setia dari trilogi Kevin Kwan tersebut, pastinya juga anda sudah tahu bahwa jika novel dan film Crazy Rich Asians tersebut terinspirasi memang dari kisah nyata. Yang uniknya adalah, foto keluarga yang menginspirasi di dalam cerita tersebut juga ikut muncul di dalam sebuah adegan, yaitu pada saat Eleanor Young dan juga Rachel Chu yang pada saat itu berada di atas tangga Tyersall Park. Jika anda penggemar sejati dari novel tersebut dan film ini pastinya anda juga akan langsung dapat mengenali foto keluarga kaya tersebut.  

Anggaran Kecil untuk Perhiasan Mewah

Jika anda pastinya juga sudah menonton filmnya ini tentunya juga anda tidak asing dengan adegan demi adegan mewah yang ada di dalam film Film Crazy Rich Asians . Mulai dari beberapa perhiasan sehingga lokasi dari pengambilan gambar tersebut. Film Crazy Rich Asians yang hanya diberi anggaran oleh rumah produksinya yaitu oleh Warner Bros yang dimana hanya diberi sejumlah 30 juta dolar Amerika. Tapi nyatanya, nominal yang sangat fantastis tersebut juga masih dianggap sangat sedikit apabila jika kita melihat beberapa perhiasan, berbagai baju atau hal-hal mewah lainnya yang muncul di dalam Film Crazy Rich Asians yang merupakan film yang diproduseri oleh Nina Jacobson ini.

Lalu bagaimana untuk Jon M. Chu sendiri untuk dapat menyiasati hal ini? Hasil kerja keras dari seluruh kru film yang akhirnya menjadikan film Crazy Rich Asians yang dimana membuat film tersebut berhasil memiliki perhiasan, pakaian, bahkan mempunyai dekorasi rumah yang super mewah dengan beberapa anggaran yang sangat terbatas. Mereka mencari beberapa orang yang bisa meminjamkannya untuk sebuah keperluan proses syuting. Dan hal tersebut membuat film ini menjadi sebuah film yang sangat sukses dan juga dipenuhi dengan berbagai kemewahan. 

Properti Dengan Penjagaan Ketat

Di dalam film yang berdurasi 121 menit ini juga, para aktor dan juga artis yang sangat tampak mewah dan juga menawan karena memang dalam proses syuting mereka menggunakan berbagai aksesoris dan juga menggunakan berbagai pakaian yang super mahal. Sutradara dari Crazy Rich Asians, John Chu,juga mengungkapkan bahwa barang-barang yang mereka gunakan tersebut adalah barang-barang yang dijaga secara ketat selama dalam proses syuting sehingga nantinya barang-barang mewah tersebut dapat dikembalikan kembali dengan aman kepada pemilik aslinya. Contohnya adalah barang yang dijaga ketat yaitu jam Rolex berharga 600 ribu dolar Amerika, dan juga berbagai macam dari perhiasan yang ada yang bahkan total nilainya berjumlah 3 juta dolar Amerika.

Kevin Kwan Tidak Ikut Dalam Menulis Skrip Film

Sebagian juga dari penikmat trilogi dalam novel karya Kevin Kwan tersebut juga pastinya sebagai merasa sangat kecewa karena ternyata banyak inti yang ada di dalam cerita novel yang tidak masuk ke dalam film tersebut. Hal ini juga disebabkan karena Gavin Kwan sendiri merupakan orang yang tidak turun tangan di dalam menulis dan juga menggarap sebuah skrip dari Film Crazy Rich Asians tersebut. Dia juga menyerahkan dan juga mempercayakan sepenuhnya pada penulis dalam skenario Adele Lim dan juga Peter Chiarelli.

Seluruh Tokoh Diperankan Aktor Asia

Fakta menarik lainnya adalah dalam film film Crazy Rich Asians ini adalah dalam film ini sendiri seluruh pemeran di dalam film ini diperankan oleh aktor dan juga artis berdarah Asia. Di dalam film ini juga disisipkan beberapa adegan yang mengacu pada film hollywood yaitu The Joy Luck Club pada tahun 1993. Sama halnya juga di dalam film Crazy Rich Asians semua tokoh yang ada di dalam film Joy Luck Club sendiri merupakan salah satu dari artis keturunan Asia.  

Itulah beberapa fakta menarik tentang film  film Crazy Rich Asians yang menjadi sebuah film yang sangat terkenal. Dimana film tersebut menjadi sebuah film Asia yang menjadi salah satu film sukses bahkan menjadi sebuah film yang tidak hanya sukses di asia melainkan di mancanegara. Film yang syarat dengan budaya Tiongkok tersebut juga berhasil memenangkan beberapa penghargaan film bergengsi dan juga sudah ditonton oleh banyak orang.

Apa Sih Bedanya Film Klasik Hollywood Dengan Film Modern ?

Jika membahas dunia perfilman, maka tidak akan berhenti membahas segala topic pembicaraan yang ada di dalamnya. Dalam dunia perfilman ini memang sudah mengalami banyak sekali sebuah perkembangan hingga sampai pada saat ini. dimana, banyak sekali peminat film yang mungkin sudah bisa mencapai angka yang tidaklah pernah bisa untuk kita bayangkan nantinya. Memang sudah diketahui betul bahwasannya film ini menjadi salah satu industry yang sangatlah menguntungkan. Mengenai genrenya, banyak sekali Subgenre yang hadir dari setiap film yang ada. Misalnya saja seperti Genre  Horor, Genre Comedy, Genre Romantis, Genre Thriller, Sci-Fi dan masih banyak lagi genre-genre film yang ada di dunia ini.

Dikarenakan ada banyaknya genre film ini tidaklah membuat kalian menjai bosan untuk bisa menikmati berbagai macam jenis genre film yang sudah di suguhkan oleh para House Production yang ada di dunia ini. walau kita tahu bahwasannya industry perfilman ini banyak mengalami yang namanya pasang surut yang tidaklah cepat dilalui dengan mudahnya. Setidaknya, selama ini kita ketahui bahwasannya ada 3 raja dunia perfilman di dunia ini. yakni dari Industri perfilman Hollywood, lalu di susul oleh Industri Perfilman Bollywood dan terakhir datang dari Korea Selatan mengenai industry perfilmannya.

Dari tiap-tiap Negara  yang ada di dunia ini, memiliki ciri tersendiri mengenai genre film yang sering di keluarkan oleh Negara tersebut. Bisa saja, hal ini di dukung dari adanya sebuah nilai serta gaya hidup yang dimiliki oleh masyarakat yang ada di negaranya tersebut. Salah satunya yang ada di Hollywood. Dimana, Amerika sendiri menjadi Negara yang tidak hanya kuat di dunia kepolitikannya namun, menjadi salah satu symbol adidaya yang bisa kita lihat langsung dari perkembangan di dalam dunia Industri perfilmannya.

Panjang sejarah yang telah di buat di Amerika dalam debut perfilman yang ada. Dimana, unsur utama yang di tonjolkan benar di dalam film-film Hollywood ini seperti halnya kemajuan dari adanya sebuah teknologi canggih yang disuguhkan di beberapa alat pada penggunaan saat syuting maupun pada setiap produksi dari film tersebut. Namun, sebelum kental dengan adanya Industri film Hollywood yang modern ini, terpautjauh hadir dahulu mengenai film Klasik Hollywood yang barulah berkembang menjadi film Modern dari dunia perfilman di Hollywood. Dan diantara keduanya ini pun juga memiliki sebuah perbedaan di dalamnya. Setidaknya seperti inilah gambaran dari perbedaan yang di suguhkan oleh 2 perkembangan film Hollywod yang ada di Amerika ini.

PERBEDAAN FILM HOLLYWWOD KLASIK DENGAN MODERN

Saat ini , kalian harus bisa melihat perbedaan mendasar dari adanya film Hollywood Klasik dengan film Hollywood yang Modern.

# Dimulai Dari Sinematografinya

Yang pertama ini, memanglah secara kasat mata atau dari pandangan para penonton yang masih awam melihatnya tidak memiliki sebuah perbedaan yang sangat mencolok diantara adanya sinematografi pada film Hollywood Klasik dan juga Hollywood Modern. Namun, sebenarnya dari ke 2 jenis perfilman ini memiliki perbedaan pada sinematografinya yang terletak langsung pada kualitas dari filmnya.

Dimana secara total, kualitas dari film Hollywood yang modern akan jauh lebih baik di gunakan daripada pada film Hollywood yang klasik. Hal ini didukung langsung dari adanya sebuah alat yang di gunakan pun sudah sangat berbeda. Seperti halnya pada permainan, lalu adanya alat penggunaan saat proses syuting akan jauh lebih canggih dan juga lebih modern lagi. Jadi tidaklah heran, jika kualitasnya akan jauh dari pada film Hollywood tipe Klasiknya.

# Terkait Isi Dari Ceritanya

Jika kalian ingin lihat dari isi ceritanya, maka penjelasannya kurang lebih seperti ini. hal ini sendiri terlihat langsung dari adanya sebuah cerita atau pun poin utama cerita di dalam film yakni menjadi suatu hal yang sangatlah penting untuk bisa menentukan adanya sebuah kualitas dari sebuah film. Untuk film Hollywodd yang modern lebih menonjol pada kemajuan dari teknologi perfilmannya . Dan mengenai film Holywood yang klasiknya sendiri juga memberikan sebuah jenis cerita yang sangatlah beragam dari adanya adaptasi kartun, cerita juga mengenai time travel dan juga mengenai tentang cerita apa yang ada di balik pembuatan film ini sendiri.

# Penyampaian Makna Yang Bisa Di Sampaikan

Sudah pasti, dari 2 jenis perfilman ini sendiri akan adanya sebuah perbedaan makna yang tersiratkan. Diaman makna yang menjadi nasihat dari film Modern dengan Klaisk sudah pasti perbeda. Di dalam film Hollywood yang klasik ini memanglah banyak untuk memiliki makna mengenai kemanusiaan dan juga mengenai sebuah kehidupan sedangkan untuk yang Hollywodd Modern sendiri juga mengenai makna lebih kemajuan dari teknologi yang sudah di gambarkan sceara langsung mengenai kehidupan dari masyarakatnya.

FILM KLASIK HOLLYWOOD PAS HALLOWEN TIBA

Stelah kalian melihat perbedaannya, mimin akan membawa kalian nih ke salah satu contoh film klasik yang memang bertemakan hallowen dari negara Amerika punya nih. Sudah pasti si, genrenya sendiri menjadi genre horor ya guys.

# Film Dngan Judul Hallowen

Kisah ini sudah pasti mengenai sebuah perayaan dari adanya pesta Halloween. Dan disini pun memberikan sebuah alur yang mengerikan dari adanya sebuah cerita pembunuhan dan juga sangat menyeramkan dari seorang tokoh yang memiliki nama Mike Myers. Yakni, dirinya ini ialah orang gila yang memang sudah ketahuan sejak dirinya lahir.

Diceritakan juga, saat dirinya melakukan aksis pembunuhan ini selalu menggunakan adanya alat bantu berupa topeng yang pastinya akan membawa curiga bagi tetangga dekat akan tingkah lakunya tersebut. dengan adanbya acting yang bagus ini, membuat film ini menjadi terkenal dan lebih fenomenal lagi sejak zamannya dulu.

# Film Dengan Judul Scream

Film ini pun juga bagus kok guys. Dimana, sudah mendapatkan predikat terbaik dalam dunia perfilman. Filmnya sendiri memang sudah langsung mengisahkan tentang seseorang yang memiliki jiwa Psikopat dengan topeng menjadi salah satu alat andalannya sebagai seorang pembunuh yang memang sudah berani berhadapn langsung dengan dirinya ini.

Dan dalam filmnya juga sudah mengisahkan akan kejahatan dari si Psikopat yang dimana sudah di ceritakan langsung menjadi peran utama wanita dengan penggunaan dari gangguan traumatic didalam dirinya itu akibat adanya peristiwa di masa lampau yang telah merampas nnyawa ibunya ini. wanita yang menjadi tokoh utama ini akan langsung berhadapan dengan seorang psikopat bertopeng yang sangat mengerikan sekaligus menjadi seorang pembunuh didalam ceritanya.

Tentu saja, berkat adanya sebuah acting yang bagus dari si pemneran utama ini , berhasil membawa film tersebut menduduki sebagai salah satu  pilihan film horor Klasik  yang sampai saat ini pun sudah sering untuk di tayangkan dan masih sangat mengundang banyak penonton yang menyukai genre horor ini.

Itulah dia, sedikitnya 3 gambaran mengenai perbedaan dari film Hollywood Klasik dengan film Hollywood Modern beserta salah satu contoh film Hollywodd Klasik yang mimin ambil berdasarkan genre Horor yang ada.