Film Hollywood yang Tertunda Akibat Masalah Corona

Dampak negatif yang ditimbulkan oleh virus corona tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia saja, namun berdampak ke hal yang lebih besar dari itu. Seperti terbatasnya penerbangan internasional, ditutupnya aneka kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang, tutupnya banyak kawasan tempat publik di berbagai negara sesuai dengan kebijakan yang diterapkan masing-masing seperti lockdown PSBB. Salah satu pihak yang cukup terkena dampaknya seperti pada industri film yang banyak menderita kerugian hingga terpaksa tidak bisa menjalankan aktivitasnya secara produktif akibat berbagai macam hal.

Beberapa contohnya seperti pengunduran tanggal rilis maupun penyelesaian proses shooting yang berlangsung banyak menjadi dampak yang ditimbulkan dari virus corona. Tidak jarang dari para kru maupun pemain dari film sekuel terbaru yang direncanakan akan keluar pada sebuah tanggal tertentu harus mengalami penderitaan akibat tertular virus corona, seperti beberapa kasus agen sbobet88 yang terjadi dari beberapa macam film. Akibatnya banyak film-film berikut yang mengalami kemunduran tanggal perilisannya dari rencana semula yang telah ditetapkan hingga waktu yang cukup panjang.

Beberapa diantaranya juga dapat dialami saat sedang proses shooting pembuatan film tersebut. Seperti contoh kasus yang terjadi pada saat rangkaian acara shooting sebuah film di Italia, negara yang menjadi populasi terbesar kedua atas masyarakatnya yang tertular virus corona setelah Tiongkok. Penundaan dari perilisan film ini menjadi alasan dari banyak negara yang sudah memberlakukan peraturan ketat demi menghindari perkumpulan manusia dalam jumlah yang besar, yang dapat membuat peluang dari penularan ini menjadi semakin besar. Berikut beberapa daftar film yang harus menunda tanggal perilisannya akibat dari virus corona:

No Time To Die

Film yang direncanakan menjadi film terakhir dari aktor Daniel Craig sebagai sosok fenomenal agen misterius James Bond ini dijadwalkan akan tayang pada November 2019 yang lalu. Namun hal ini perlu diberlakukan pengunduran yang pada awalnya berubah ke bulan Februari 2020, dan kemudian seiring dengan mengamati kondisi yang dialami pihak pembuat film ini juga memutuskan untuk mengubah tanggal perilisan film menjadi 3 April 2020 yang ditetapkan pada tanggal 27 Januari. Namun karena masalah corona belum ditemukan jalan keluarnya malah semakin meningkat, pihak MGM dan Eon Production selaku perusahaan yang menciptakan film James Bond mengumumkan untuk menunda perilisan film ini hingga ke 12 November 2020 yang dilakukan di Inggris dan tanggal 25 November 2020 untuk daerah Amerika.

Mulan

Film Mulan yang menjadi film Live Action dari versi animasinya dengan judul sama yang telah ditayangkan pada beberapa tahun yang lalu ini juga mengalami pengaruh dari dampak yang diakibatkan karena corona. Film yang diinfokan akan tayang pada 2 November 2018 yang lalu ini harus mengalah dengan tayangnya film Live Action Disney yang lain yaitu The Nutcracker and the Four Realms. Sehingga kemudian film ini dijadwalkan rilis untuk tanggal 27 Maret 2020 namun kembali harus diundur akibat dari dampak virus corona yang hingga kini belum diketahui kapan akan usai. Di Indonesia sendiri, film ini batal untuk ditayangkan di Bioskop dan harus ditonton melalui jaringan TV kabel dari Disney.

A Quiet Place Part II

Kesuksesan dari film A Quiet Place di tahun 2018 membuat sutradaranya John Krasinski memutuskan untuk melanjutkannya ke film sekuel yang selanjutnya. Pada tanggal 8 Maret 2020 yang lalu, film A Quiet Place yang ke-2 sudah ditayangkan tayangan premiernya di kota New York dan akan dirilis secara global ke dunia internasional pada tanggal 18 Maret 2020, beberapa hari setelah itu. Namun penayangan film ini yang ditayangkan ke skala bioskop skala internasional harus diundur hingga waktu yang belum ditentukan. Hal ini dipengaruhi akan wabah virus corona yang hingga sekarang belum juga usai.

The New Mutants

Film yang menjadi film seri yang terus di kembangkan kemunculan versi barunya ini juga menjadi film yang jadwal perilisannya ditunda hingga beberapa kali akibat masalah corona yang belum ditemukan titik terangnya ini. Meskipun begitu film ini masih cukup beruntung karena hanya mengalami dampak kemunduran jadwal rilis saja dan tidak ada pihak kru maupun aktornya yang terserang penyakit korona. Film ini sendiri merupakan film superhero yang dilandasi dari cerita komik Marvel dalam judul yang sama. Pada masa awalnya film ini akan dirilis pada tanggal 13 April 2018, dan kemudian mengalami kemunduran tanggal rilis hingga menjadi 2 Agustus 2019 untuk menghindari bentrok kemunculan bersamaan dengan film Dark Phoenix yang mungkin dapat mempengaruhi jumlah penontonnya. Film yang rencananya akan ditayangkan pada tanggal 3 April 2020 ini ditunda hingga nanti ditemukan tanggal rilis yang cocok, sesuai dengan jadwal kondisi situasi terbaru yang lebih aman.

Fast and Furious 9

Film waralaba dari seri Fast and Furious ke-9 ini yang semula direncanakan akan dirilis pada 22 Mei 2020 lalu oleh perusahaan Universal Pictures. Namun tepat pada tanggal 12 Maret 2020, perusahaan ini mengumumkan bahwa film action yang mengangkat akan kisah para kerabat pengendara mobil ini diundur jadwal rilisnya menjadi tanggal 2 April 2021.  Waktu yang cukup panjang ini menjadi pertimbangan dari ketidakpastian pandemi ini akan berakhir dan memperkirakan dengan waktu yang dihabiskan dalam proses shooting setelah kondisi kembali normal dan proses shooting dapat kembali dilangsungkan.

Terlebih lagi salah satu aktor utamanya, Dwayne Johnson beserta keluarga sempat terserang penyakit corona meskipun pada akhirnya telah berhasil dinyatakan sembuh kembali. Nah bagaimana pendapat anda seputar aneka film bioskop yang jadwalnya perlu diundur akibat dari masalah corona berskala multinasional ini? Semoga pandemi ini segera akan usai dan kita bisa kembali beraktivitas dengan normal ya.

Fakta Kontroversi Akan Film Live Action Berjudul “Mulan”

Anda tentunya sudah mendengar banyak informasi seputar film Live Action dari film animasi Disney yang sempat populer pada masa lalu berjudul Mulan. Film Mulan ini sedang cukup marak di kalangan publik luas dan sedang ramai-ramainya dinantikan aneka masyarakat luas. Film ini sempat menjadi salah satu film yang banyak dinanti-nantikan berbagai kalangan di seluruh dunia untuk dapat ditonton secara langsung beramai-ramai dengan keluarga maupun kerabat rekan yang dekat.

Namun belakangan terdengar berita miring akan film ini. Aneka macam informasi negatif berasal dari film itu sendiri seperti dalam beberapa hal di dalamnya, baik itu justru malah diboikot di negara Tiongkok itu sendiri. Dengan menetapkan jadwal tayang yang direncanakan pada bulan pada Maret tahun 2020, film live action dari Mulan sudah menuai berbagai macam kontroversi dari kalangan masyarakat. Belum lagi ditambah dengan masalah pandemi korona yang masih sering berlangsung di berbagai tempat. Dimana hal ini cukup menyulitkan bagi kalangan masyarakat untuk dapat menyaksikan secara langsung pemutaran film ini seperti di Bioskop.

Sejak masa awal dari proses produksinya diumumkan pihak Disney saja film ini sudah berhasil menuai aneka protes seperti permintaan film ini untuk diboikot hingga minta diturunkan dari pemutaran yang dilakukan para fans akibat beberapa perubahan format yang tidak sesuai dengan harapan mereka dari versi animasi ke film live action. Puncaknya, di bulan Agustus film Mulan ramai menjadi topik perbincangan akibat kontroversi yang melibatkan aktris utamanya, Liu Yi Fei akibat unggahannya di media sosial. Hal ini berkembang dari terciptanya aneka tajuk seperti ‘Boikot Mulan’ yang ramai diunggah banyak pengguna jaringan sosial twitter. Masalah apa yang sebenarnya terjadi? Mari kita simak pembahasannya dalam fakta-fakta sebagai berikut.

1. Keputusan Disney Menghilangkan Unsur Musikal Film Mulan Menuai Protes Fans

Sejak bulan Juli lalu dimana pihak Disney merilis trailer pertamanya akan film Live Action ini, media The Insider menyampaikan informasi keputusan dari Disney yang menyampaikan bahwa film live action Mulan tidak akan memuat unsur musikal seperti yang terdapat pada film animasinya terdahulu. Lagu-lagu OST dari film animasi akan tetap digunakan hanya saja dalam bentuk instrumen semata, dan tidak dinyanyikan langsung oleh pemerannya seperti banyak film Live Action Disney yang telah populer sebelumnya. Keputusan ini menuai protes dari fans film Mulan yang versi animasi. Menurut fans unsur musikal dari cerita Mulan adalah sebuah daya tarik utama dari film tersebut, sehingga tidak seharusnya dihilangkan.

Bahkan kalangan fans juga cukup banyak yang dibuat berang akibat dari sosok Mulan yang diperankan oleh Liu Yifei tidak menyanyikan salah satu lagu terkenal yang menjadi daya pikat dari film animasi Mulan yang berjudul Reflection. Dengan hilangnya format musikal dari film Live Action tersebut, maka hilang jugalah sejumlah adegan penting dari karakter Mulan yang dikisahkan menyerukan suara hatinya lewat lagu nyanyian lagu. Adegan ikonik saat sosok Mulan animasi bernyanyi menjadi suatu momen yang dianggap sangat penting.

2. Penghilangan Karakter Mushu yang Mendukakan Hati Fans Mulan Versi Animasi

Hati para fans semakin gundah tidak hanya akibat format musikalnya yang diganti. Disney juga memutuskan untuk menghilangkan karakter naga kecil yang perannya cukup lucu dan menghibur bernama Mushu. Sosok Mushu ini menjadi rekan setia petualangan Mulan dalam cerita animasinya. Terlebih lagi pengisi suara dari sosok Mushu pada versi animasinya begitu ikonik dalam bentuk watak uniknya, Tak lupa sosok pengisian suara dari karakter naga merah mungil ini merupakan Eddie Murphy, seorang sosok aktor yang legendaris. Maka dari itu tak heran jika hilangnya karakter Mushu ini memancing amarah yang cukup besar dari para fans.

Pihak Disney tidak tinggal diam dalam meresponi hal ini. Mereka memiliki alasan yang kuat dalam pengambilan keputusan ini. Seperti salah satu informasi yang sempat disampaikan pada beberapa jenis portal berita, pihak Disney menjelaskan bahwa karakter Mushu perlu untuk dihilangkan demi menghormati budaya dan kepercayaan asal dari negara Tiongkok murni. Dimana karakter naga merupakan sosok yang sangat dipuja dan diagung-agungkan oleh para masyarakat Tiongkok. Sehingga banyak orang yang merasa sakit hati saat menyaksikan sosok agung tersebut ditampilkan dalam karakter yang konyol di film animasi Mulan yang mengangkat tema budaya China. Karakter Mushu akan diganti menjadi karakter baru yang juga merupakan sosok agung dari kebudayaan China yaitu burung Phoenix emas.

3. Penggantian Karakter Utama Pria, Li Shang yang Juga Memancing Amarah Fans

Protes yang dilontarkan para kalangan fans tidak berhenti hanya semata pada karakter Mushu, Disney juga melakukan sedikit perombakan seperti terhadap karakter peran utama pria yang bernama Li Shang. Sosok ini dalam film animasinya akan menjadi pria yang dicintai sosok Mulan. Keputusan ini membuat hati para fans Mulan versi yang animasi menjadi gusar, hingga memunculkan petisi di website change.org yang meminta agar sosok Li Shang kembali ditampilkan dalam film Live Action ini. Namun keputusan Disney tetap bulat dan tidak berubah, dimana karakter Li Shan ini tidak akan dimunculkan dan diganti perannya menjadi sosok karakter Cheng Honghui yang diperankan aktor bernama Yoson An, seorang aktor yang berasal dari Macau-Selandia Baru.

4. Dukungan Suara Untuk Polisi Hongkong, Pemeran Mulan Menuai Kecaman

Sejak pertengahan bulan Agustus, nama Liu Yi Fei sebagai tokoh pemeran sosok Mulan menjadi bahan perbincangan panas di media sosial Tiongkok. Kontroversi ini dimulai dari saat sang aktris yang akrab disapa Crystal Liu ini mengunggah video dukungannya terhadap polisi Hong Kong untuk menindak tegas kerusuhan yang sedang terjadi dan melibatkan sejumlah komunitas anti pemerintah. Pernyataan ini diunggahnya di media Weibo yang populer digunakan masyarakat Tiongkok. Menindak lanjuti dari video tersebut, media IGN juga menyampaikan bahwa sosok Liu Yi Fei turut mengunggah pernyataan membela dirinya yang dapat ditemukan di berita koran Partai Komunis di Tiongkok.

Dirinya menyatakan diri membela sosok polisi Hong Kong tersebut, banyak orang yang juga membela tindakan yang dilakukan polisi ini. Mengapa hanya dirinya yang dipermasalahkan. Bahkan hingga mengungkapkan atas semua orang yang tidak setuju dengannya boleh memukulnya. Dukungan ini sering disangkut pautkan dengan ketidak cocokannya dengan sosok heroik yang dibawakan Crystal Liu dalam film Mulan. Demikianlah beberapa fakta kontroversial yang terjadi dalam waktu yang dekat dengan perilisan dari film yang diangkat dari tema cerita serupa di masa lalu. Bagaimana pendapat anda seputar masalah ini?